Senin, 05 Oktober 2009

Ibnu Haitham

Abu Ali Al Hasan Ibn Al Haitham (965-1040) yang dikenal pula dengan sebutan Alhacen atau Al hazin (latin), adalah seorang ahli matematika, astronomi, dan fisika muslim yang telah memberikan konstribusi nyata dalam optika dan bebepara eksperimen sains lainnya. Beliau juga kadang dikenal dengan sebuatan al-Basri sesuai dengan tempat kelahiran beliau yaitu Basra, Irak yang pada saat itu menjadi bagian dari kekuasaan Dinasti Buwayhid Persia. Beliau dianggap sebagai bapak optika berdasarkan hasil percobaan dan tulisan beliau tentang lensa, cermin, refraksi (pembiasan) dan refleksi ( pemantulan).
Al Haitham menuntut ilmu di Baghdad dan menjadi seorang fisikawan tekenal. Pada masa mudanya ia telah menguasai seluruh karangan ilmuan yunani dan ilmuan Arab dalam ilmu pasti dan ilmub alam. Dia melakukan beberapa kemajuan dan koreksi terhadap ilmuan-ilmuan sebelumnya seperti Phitagoras, Aristoteles, Euclides, dsb.
Namun ketika beliau diminta oleh Khalifah Hakim di Mesir untuk mengatasi banjir sungai Nil, Al haitaham pura-pura gila sebab hasil kerjanya yang tidak maksimal membuat khalifah marah. Ia sempat mengalami penahanan rumah sampai sang khalifah wafat di tahun 1021.
Selama dalam penahanan ia menulis sejumlah hasil percobaan matematika yang penting. Selanjutnya beliau berangkat ke Spanyol dan melakukan sejumlah penelitian tentang optika, mkatematika, fisika, pengobatan yang ia tulis dalam beberapa buah buku.

Penelitian Cahaya

Ibn Haytham telah melakukan percobaan terhadap cermin cembuing dan cermin datar untuk menghitung tinggi benda. Dengan cermin tersebut ia dapat memilah cahaya ketika cahaya itu sampai pada benda pipih untuk memperkirakan tinggi benda. Ia bahkan hampir dapat menyingkap prionsip mikroskop setelah mempelajari berbagai kelebiha kaca pembesar temuan ilmuan yunani dan romawi yang memiliki kekuatan membesarkan yang mengagumkan.

ibnu haitham mempelajari celah passage ? cahaya yang melalui bergbagai media dan menemukan hukum refraksi ( pemantulan . beliau juga adalah yang pertama menemukan hukum dispersi (penyeberan cahaya, menjadi beberapa warna pokok.
Buku beliau yang berjudul Kitab Al-manzir (Biook of optics diterjemahkan ke dalam bahasa latin pada abad pertengahan. Demikian juga buku beliau yang berhubungan dengan warna-warna matahari serta mengemukakan teori yang berkaitan dengan bayangan gerhana dan pelangi serta spekulasi fisika tentang cahaya. Beliau juga yang pertama menggambarkan bagian-bagian mata secara akurat srta memberikan penjelasan tentang proses melihat secara akurat.
Setelah mencoba menjelaskan mengenai binocurar vision teroponig, beliau memberikan koreksi tentang ukuran matahari dan bulan saat mendekati horizon. Selanjutnya beliau meperkenalkan kamera obscura dan mengoreksi kesalahan Euclid dan ptolemeus tentang proses melihat.
Euclid dan Ptolomeus mengemukakan behwa sebuah objek dapat terlihat karena berkas sinar dari mata jatuh menimpa objek tersebut sedangkan menurut Haitham berkas sinar yang terpancar dari objek dan jatuh di mata yang meyebabkan terjadinya proses melihat. Penelitian di bidang optika yang intensif inilah yang membuat beliau dijuluki sebagai bapak optika modern.
Kitab Al-Manazir yang diterjemahkan ke bahasa latin oleh Frederick Reysnar dan terbit di Kota oazel Swiss pada tahun 1572 dengan judul Opticae Thesaurus mempunyai pengaruh besar terhadap peradaban barat di antaranya telah mempengaruhi ilmuan-ilmuan terkemuka seprti Roger Bacon dan Johannes Kepler.
Haitham melakukan riset in catoprics centered a spherical and parabolic mirrors and spherical observation. Di samping itu beliau juga melakukan perhitungan rasio angle of Incidence dan refraction does not constant and the investigated the magnificient power of lens. cathropicsnya berisi masalah-masalah penting yang dikenal dengan nama Alhazens problem yang terdiri dari penggambaran garis-garis dari dua titik dalam bidang datar dalam sebuah lingkaran yang kemudian menemukan tit8ik-titik keliling serta persamaan sudut with normal at point. Dari sinilah bermula munculnya persamaan of the fourt degree.

Ia juga menemukan sebuah hukum yang nantinya menjadi dasar penemuan alat pemotret. Yaitu jika kita tinggal dalam sebuah ruangan gelap yang sedikit diberi lubang, maka cahatya akan masuk melalui lunbang tyersebut dan sampai ke salah satu dinduing atau lantainya, dan ruangan yang terkena cahaya akan tetap gelap.( belakangan ditemukan teori bahwa cahaya berjalan mengikuti garis lurus).

Di dalm buku mizan al hikmah , Haitham membahas tentang density atmosfer dalam kaitannya dengan ketinggian. Ia juga mempelajari pembiasan atmosfer dan menemukan bahwa cahaya senja terjadi pada saat matahari berada 19 derajat di bawah horizon. dengan berdasar ini ia juga mencoba mengukur ketinggian atmosfer. hal yang ia bicarakan adalha mengenai daya tarik massa dan sepertinya ia telah meyadari besarnya percepatan terhadap gravitasi.
Sumbangsihnya terhadap matematika juga tidak bisa dibilang sedikit. al haitham telah mengembangkan analitical geometry dengan menghubungkannya dengan algebra. Ia menemukan pemecahan untuk persamaan tingkat empat , yakni jika kita meletakkan dua buah titik A dan B di atas sebuah permukaan lingkatran yang titik pusatnya di W, dan jari-jarinya adalah R, maka untuk menetapkan sebuah titik M yang mendapatkan cahaya dari A di atas linkaran ini, cahaya itu mesti memantul malalui titik B. Al haytham dapat memecahkan masalah ini dengan cara memotong tambahan yangh sama yang lewat di atas lingkaran. sedangkan Leonardo da Vinci memecahkannya beberapa abad setelah Ibnu Haitham secara mekanik.
Tatkala mempelajari pergerakan sebuah benda ia telah mendapatkan teori bahwa sebuah bendaakan cenderung bergerak terus-menerus sepanjang tidak ada gaya yang mempengaruhinya. Ini adalah hukum gerak pertama yang dikemukakan oleh Newton.
Berikut ini kitab-kitab yang dikarang oleh ibnu haitham
1. Kitab al manazir (book of optics)
2. Mizan al hikmah
3. Qawlon fi halli masalatin adadiah ( paper tentang pemecahan masalah bilangan)
4. Tarbi*uddariah (menggandakan lingkaran)
5. Muqaddimah Dhila’il musabba’ (Pendahuluan ukuran segi tujuh)
6. Masalatin fil misahah (suatu masalah dalam pengukuran tanah datar)
7. Amidatul mutsallasati ( pokok-pokok ukuran segi tiga)
8. misahatul kurati (cara mengukur bola atau benda yang bulat)
9. Al tahlil wal tarkib, uraian dan susunan
10. Ta’liqun fil jabri ( suatu catatan dalam ilmu al jabar)
Teori abad ke-10
Ia dikenal juga sebagai Alhazen, mengembangkan teori yang menjelaskan penglihatan, menggunakan geometri dan anatomi. Teori itu menyatakan bahwa setiap titik pada daerah yang tersinari cahaya, mengeluarkan sinar cahaya ke segala arah, namun hanya satu sinar dari setiap titik yang masuk ke mata secara tegak lurus yang dapat dilihat. Cahaya lain yang mengenai mata tidak secara tegak lurus tidak dapat dilihat. Dia menggunakan kamera lubang jarum sebagai contoh, yang menampilkan sebuah citra terbalik. Alhazen menganggap bahwa sinar cahaya adalah kumpulan partikel kecil yang bergerak pada kecepatan tertentu. Dia juga mengembangkan teori Ptolemy tentang refraksi cahaya namun usaha Alhazen tidak dikenal di Eropa sampai pada akhir abad 16


Akhir hayat yang tragis
Al haitham pernah mengusulkan pembangunan bendungan yang tinggi di sebelah kota aswan, Mesir untuk membendung air pada saai hujan dan ditampung untuk musim kemarau yang panjangnya bisa sampai empat tahun sehungga air Sungai nil sangat susut. Usulan ini menarik perhatian Khalifah Al hakim bi amrillah sehingga ia diundang ke mesir untuk merealisasikan gagasannya itu. Sayangnya karena ia merasa belum punya fasilitas yang memadai untuk membangun bendungan sebesar yang ia gagas. Ketidak mampuan ini berujung pada kemarahan sang khalifah yang membuat ilmuan ini mesti lari bersembunyi dan pura-pura gila untuk menghindari kemarahan al hakim. Semenjak saat itu ia tidak pernah tampak dan akhirnya diketemukan dalam keadaan tewas terbunuh pada tahun 1039 M.
Pada tahun 2003, pemerintah Irak mengabadikan gambar Ibnu Haitham di atas uang kertas 10.000 dinar. Organisasi energy Atom Iran (Atomic energy organization of Iran) juga member nama fasilitas penelitian energy laser terbesar yang berpusat di Taheran dengan nama Alhazen. Nama asteroid 59239 kemudian juga mengabadikan nama Alhazen
Pada tahun 1935 International Astronomical Union ( perkumpulan Asronomi Internasional) mengabadikan nama Ibnu Hatsam untuk sebuah kawah dengan diameter 32, 05 km di bulan pada posisi 15,9 derajat lintang utara dan 71,8 derajat bujur timur








Haitham, Peletak Dasar Prinsip kerja kamera

Dikisahkan bahwa ide penemuan kamera ini berawal ketika Haitham mempelajari gerhana matahari. Untuk mempelajari fenomena gerhana matahari, ia membuat lubang kecil pada dinding yang memungkinkan citra matahari semi nyata diproyeksikan melalui permukaaan datar.


Haytham adalah orang yang pertama mengemukakan bahwa cahaya bergerak dalam garis lurus. Pembiasan menurutnya disebabkan oleh rectangle of veloxities pada permukaan pembiasan. Teori ini enam abad kemudian dtperkuat oleh Newton.
Ia membuat sebuah kemera kasar yang dinamai Al-bayt al muzlim yang oleh ilmuan barat disebut camera obscura yang berasal dari bahasa arab, qamara yang berarti= kamar gelap.Kamera ini mengggunakan sebuah kotak gelap. Prinsip kerjanya adalah dengan menggunakan berkas cahaya yang terpantul dari objek lalu ditampilkan pada layar di dalam ruang gelap dengan posisi terbalik. Ini merupakan penemuan yang revolusioner di bidang optika.
Istilah camera obscura pertama kali digunakan dalam paper ilmiah Joseph Keppler ( 1571-1630). Pada bab tiga jilid pertama Kitab Al-manazir (Buku tentang optika), Haitham menjelaskan tentang ragam cahaya yang muncul saat matahari terbenam. Ia juga mencetuskan teori tentang berbagai macam teori tentang berbagai fenomena fisik seperti bayangan, gerhana dan juga pelangi. Ia juga menulis tentang kemampuan bulan memantulkan cahaya walaupun permukaan bulan sendiri tidak mengkilap seperti halnya cermin. Dari sini ia menemukan bahwa semua permukaan benda berwarna dapat memancarkan cahaya dan pada dasarnya warna semua benda adalah sama. Seorang pengamat berada di dalam ruangan. Alat sejenis ini juga yang digunakan oleh haytham dan murid-muridnya untuk melakukan studi astronomi terhadap sunspot dan berbagai fenomena matahari dan bulan.
Lima ratus tahun, Geronimo cardano (1502-1576) menggantikan celah bidik yang ada pada kamera obscura dengan lensa. Lensa negative ditemukan oleh Keppler untuk memperbesar obyek seperti halnya pada kamera modern. Robert Boyle (1626-1691) lalu membuat kamera portable berbentuk kotak pada tahun 1665.
Perkembangan kamera selanjutnya dipengaruhi oleh setidakna dua cabang ilmu akni optika dan kimia. Joseph Nicephore Niepce di Perancis kemudian menjadikan kamera obscura untuk membuat foto permanen pada tahun 1827. Pada tahun 1888, George Eastman mengembangkan sebuah film yang sensitive cahaya dan memperkenalkan kamera Kodak. Tahun 1855, Roger Fenton menggunakan pelat kaca negatif untuk mengambil gambar tentara Inggris dalam Perang Krim. Kamera menjadi alat yang penting dalam perang Dunia I dan Perang dunia II, bahkan ketika Amerika menyerang Irak pada tahun 2003, mereka menggunakan rodal Tomahawk untuk menghancurkan Basrah, dimana bayi ibnu haytham dilahirkan seribu tahun yang lalu.
Prestasinya yang lain adalah kemampuannya menggambarkan indera penglihatan manusia secara detail, mulai dari kinerja syaraf di otak hingga kinerja mata itu sendiri serta bagian-bagian mata seperti konjungtiva, iris, kornea, lensa, dan peranannya masing-masing terhadap penglihatan manusia. Ia juga mengggambarkan secara ilmiah proses bagaimana manusia bisa melihat.
Teori ini mematahkan teori penglihatan yang diajukan dua ilmuan Yunani sebelummnya, yaitu Ptolemy dan Euclid. Kedua ilmuan ini menyatakan bahwa manusia bisa meleihat karena ada cahaya keluar dari mata yang mengenai obyek. Sementara Haitham sendiri berpendapat bahwa justru obyek yang dilihatlah yang mengeluarkan cahaya yang kemudian ditangkap oleh mata sehingga bisa melihat.
Dalam karyanya yang lain, yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa inggris dengan judul Light and On Twilight Phenomena, ia membahas mengenai senja dan lingkaran cahaya di sekitar bulan dan matahari serta baying-bayang dan gerhana. Menurut Haitham, cahaya fajar bermula apabila matahari berada di garis 19 derajat ufuk timur. Warna merah pada senja akan hilang apabila matahari berada di garis 19 derajat ufuk barat. Ia pun menghasilkan kedududkan cahaya seperti bias cahaya dan pembalikan cahaya.

TAQI AL DIN

Nama lengkapnya adalah Taqi Al- din Muhammad Bin Ma’roof bin Ahmad bin Muhammad bin Ahmad bin Yousef bin Muhammad Al-Shami. Lahir di Damaskus, Syria pada tahun 1526 ( sumber lain mengatakan di Mesir). Ilmuwan Muslim agung dari abad XVI itu bernama lengkap Taqi Al-Din Abu Bakar Muhammad bin Zayn Al-Din Maruf Al-Dimashqi Al-Hanafi. Namun, sang ilmuwan itu termasyhur dengan nama panggilan Taqi Al-Din Al-Rasid. Taqi Al-Din terlahir pada 1521 M di Damaskus, Suriah. Semasa hidupnya Ia mengabdikan dirinya untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Kekhalifahan Usmani Turki
Guru pertama adalah sang ayah
Ayahnya, Maruf Efendi adalah seorang hakim yang kemudian “mewariskan” profesi ini kepada Taqi al din. Guru pertama Taqi Al-Din adalah ayahnya sendiri. Dari sang ayah, ia menimba ilmu agama Islam. Setelah dianggap memiliki fondasi agama yang kuat, sang ayah mengirimkannya untuk belajar ilmu pengetahuan umum di Damaskus dan Mesir.Taqi al din menjalani pendidikan di Mesir. Di sini belajar ilmu keteknikan, astronomi, astrologi, dan sains sehingga menjadi ahli berbagai cabang ilmu sebagaimana yang sering terjadi pada banyak ilmuan di zamannya. Itu pula sebabnya ia menyandang berbagai predikat keilmuan di antaranya astronom, astrolog, ahli optika dan filsuf. Ia mempelajari matematika dari Shihab Al-Di-n Al-Ghazzi. Sedangkan, guru astronominya yang paling berpengaruh adalah Muhammad bin Abi Al-Fath Al-Sufi.
Gemar matematika

Matematika merupakan ilmu yang paling menarik perhatiannya saat masih belajar. Kesukaannya kepada ilmu berhitung itu diungkapkan Taqi Al-Din dalam kata pengantar beragam buku yang ditulisnya. Setelah menamatkan pendidikannya, ia mengajar di madrasah di Damaskus.

Sekitar tahun 1550 M, ia bersama ayahnya, , bertandang ke Istanbul--ibu kota pemerintahan Ottoman Turki. Selama berada di kota itu, Taqi Al-Din menjalin hubungan dengan para ilmuwan Turki, seperti Chivi-zada, Abu al-Su`ud, Qutb al-Di-n-zada Mahmad, dan Sajli Amir. Tak lama kemudian, ia kembali lagi ke Mesir dan mengajar di Madrasah Shayhuniyya dan Surgatmishiyya di kota itu.

Taqi Al-Din sempat mengunjungi Istanbul untuk waktu yang tak terlalu lama. Di kota itu, ia sempat dipercaya untuk mengajar di Madrasah Edirnekapi Madrasa. Saat itu, Perdana Menteri Kerajaan Usmani Turki dijabat Sami-z Ali Pasha. Selama mengajar di Madrasah Edirnekapi, Taqi Al-Din menggunakan perpustakaan pribadi Ali Pasha dan koleksi jamnya untuk penelitian.

Ketika Ali Pasha diangkat sebagai gubernur Mesir, Taqi Al-Din juga kembali ke negeri Piramida itu. Di Mesir, Taqi Al-Din diangkat sebagai hakim atau qadi serta mengajar di madrasah. Selama tinggal di Mesir, Taqi Al-Din tercatat menghasilkan beberapa karya dalam bidang astronomi dan matematika.

Pada era kekuasaan Sultan Selim II, sang ilmuwan diminta untuk mengembangkan pengetahuannya dalam bidang astronomi oleh seorang hakim di Mesir, yakni Kazasker Abd al-Karim Efendi dan ayahnya Qutb Al-Din. Bahkan, Qutb Al-Din menghibahkan kumpulan karya-karyanya beserta beragam peralatan astronomi. Sejak itulah, ia mulai konsisten mengembangkan astronomi dan matematika.

Sejak itu pula ia resmi menjadi astronom resmi Sultan Selim II pada 1571 M. Ia diangkat sebagai kepala astronom kesultanan (Munajjimbashi) setelah wafatnya Mustafa bin Ali Al-Muwaqqit--kepala astronom terdahulu. Taqi Al-Din juga dikenal supel dalam pergaulan. Ia mampu menjalin hubungan yang erat dengan para ulama dan pejabat negara.
Beberapa karya taqi Al din antara lain :
1. Matematika
- Kita-b al-nisab al-mutasha-kkala fi- 'l-jabr wa-'l-muqa-bala: Buku yang mengupas tentang rasio dalam aljabar. Buku ini ditulis di Kairo.
- Bughyat al-tulla-b fi- `ilm al-hisa-b: Buku ini membahas tentang tujuan para pelajar mempelajari Ilmu aritmatika.
- Kita-b tastih al-ukar: Buku itu ditulis Taqi Al-Din dan dipersembahkan bagi Hoca Sa'dettin Efendi.
- Sharh risalat al-Tajni-s fi- 'l-hisab: Berisi tentang klasifikasi dalam aritmatika.
- Risa-la fi- tahqi-qi ma- qa-lahu 'l-'alim Giyathuddin Jamsid fi- bayani 'l-nisba bayna 'l-muhi-t wa-'l-qutr.
- Tahri-r Kita-b al-ukar li-Thawudhusiyus

2. Bidang Mekanika
- Al-Kawa-kib al-durriyya fi- wadh' al-banka-mat al-dawriyya: Membahas tentang pembuatan jam mekanik. Buku ini disusun di Nablus (sekarang Palestina) pada 1559 M. Dalam prakatanya, dia menuturkan penulisan buku itu memanfaatkan perpustakaan pribadi Ali Pasha dan koleksi jam mekanik Eropa yang dimilikinya.
- Fi- `ilm al-binkamat.
- Al-Turuq al-saniyya fi'l-alat al-ruhaniyya: Memaparkan cara kerja mesin uap air dan turbin uap air. Buku ini ditulis di Kairo pada 1551 M.
Turbin uap
Karyanya yang paling berpengaruh adalah di bidang keteknikan di antara 19 buah buku di yang ia tulis di bidang ini. berjudul Al -turuq al -samiyya fi al-alat al-rihaniyya ( the sublime methods of spritual machines) . Karya ini ditulis pada tahun 1551. Buku ini membahas tentang turbin uap dan mesin uap yang dikenal telah mendahului penemuan stem power-nya Giovanni Branca tahun 1629.
Turbin uap Taqi al din menggambarkan penggunaan tenaga penggerak utama ( prime mover) untuk spit ( menyemprotkan air) yang bisa berputar sendiri. Dalam buku Al-turuq Taqi al-din menulis :
Untuk membuat tusukan daging panggang yang dapat berputar sendiri, ada beberapa langkah yang harus dilakukan. Yang pertama adalah membuat kipas di ujung tusukan. Di bawahnya diletakkan sebuah kendi yang terbuat dari tembaga untuk menampung air. Corong dari kendi diarahkan ke kipas yang berputar tersebut. Nyalakan api di bawah kendi maka uap air di dalam kendi akan bergerak memutar kipas pemanggang. Kalau bisa hubungkan kendi dengan kolam air sehingga uap yang dihasilkan semakin banyak.
Hasil pemikiran Taqi al-din terkait dengan mekanisme pergerakan turbin dari tenaga uap ini diteruskan oleh Leonardo da Vinci dalam bentuk lukisan serta Giovanni Branca , dan kelak menginspirasi James Watt untuk membuat mesin tenaga uap.
Pompa Monoblock dengan enam buah silinder

Taqi al din dikenal pula sebagai penemu pompa dengan 6 silinder pada tahun 1599 yang dikembangkan dari penemuan Al Jazari 3oo tahun sebelumnya. Alat ini merupakan mesin pengangjkut air yang menggunakan tenaga air yang terdiri dari valve, pengisap, pipa-pipa penyalur, piston rod (batang piston.) dengan load weight ( pembeban), trip lever (alur penyetara) dengan pin joint ( pin penyambung ) serta cam ( roda sisir) pada porosnya dan bekerja dengan prinsip water driven scoop wheel ( roda mencedok air ).

- Risala fi- `amal al-mi-zan al-tabi'i: Membahas tentang berat dan cara pengukuran serta menjelaskan skala archimides.

3. Optik
- Kitab Nu-r hadaqat al-ibsa-r wa-nur haqi-qat al-anzar: Buku ini berisi tentang bagaimana mata melihat. Selain itu, buku ini juga membahas refleksi dan reflaksi cahaya. Mengkaji pula hubungan antara cahaya dan warna. Buku ini didedikasikan Taqi Al-Din khusus untuk Sultan Murad III.

3. Penemuan peralatan observatorium
- Sextant (mushabbaha bi-'l mana-tiq): Digunakan untuk mengukur jarak antara bintang. Sextant yang diciptakan Taqi Al-Din diyakini sebagai pencapaian terbesar dalam bidang astronomi pada abad ke-16 M. Taqi Al-Din menggunakan alat itu untuk mengukur jari-jari lingkaran Venus, seperti yang disebutkan Ptolemeus dalam bukunya, Almagest.

- Dhat Al-awtar: Penanda lama waktu malam dan siang dan malam pada musim semi dan gugur.
- Jam astronomi: Taqi Al-Din menggunakan jam mekanik yang dibuatnya sendiri untuk observasi. Ia membuat jam astronomi di observatorium yang dipimpinnya.





.










Gbr : Sextant Taqi al din
3. Buku astronomi
Buah karyanya yang paling banyak adalah astronomi. Dalam bidang ini, Taqi Al-Din menulis sederet buku, antara lain:

- Rayhanat al-ruh fi- rasm al-sa'at `ala mustawa al-suth. Berisi tentang sejarah penulisan astronomi pada periode Ottoman.
- Jaridat al-durar wa khari-dat al-fikar: Berisi tabel sinus dan tangen dalam pecahan desimal.
- Kitab al-thimar al-yani'a `an qutaf al-ala al-jami'a.
- Manzu-mat al-mujayyab.
- Sidrat muntaha al-afkar fi- malaku-t al-falak al-dawwar.
- Kitab fi ma'rifat wad' al-sa'at.
- Al-Abya-t al-tis'a fi- istihraj al-tawarikh al-mashhura wa-sharhuha.
- Revision of the Zi-j of Ulugh Beg: mentioned in Kashf al-Zunun.
- Treatise on the Azimuth of the Qibla (Risa-lat samt al-Qibla).
Serta sederet buku astronomi lainnya.
Peralatan Astronomi
Taqi al din menulis sebuah risalah penting tentang peralatan astronomi yang berjudul The observational instruments of the emperor’s catalogue. (..) yang menggambarkan peralatan peralatan astronomi yang digunakan di observatoriumnya termasuk insrtumen lama misalnya, almilarry sphere, paralactic rular dan astrolabe, kemudian instrumen para astronom muslim sebelumnya seperti universal astrolabe, azimuthal dan mural, quadrants dan sextants serta beberapa instrumen yang ia temukan sndiri sepaerti mushabbaha bi’l manattiq, sebuah sextant unik yang dilengkapi dengan cords, atau semacam tali untuk mementukan waktu siang dan malam yang sama seperti apa yang kemudian yang dilakukan pula oleh Tyco Brahe. Ia juga membuat quadrant kayu untuk mengukur letak dan elevations ketinggian bintang .
Namun instruman astronominya yang penting adalah observational clock di mana di dalam bukunya In The nabik free of thr extrimity of thoughts ia gambarkan sebagai jam mekanisme tiga putaran jarum yang menunjukkan jam, menit dan detik.
Ia gunakan peralatan-peralatan ini untuk kegiatan astronomi khususnya untuk mengukur jarak bintang-bintang. Karya-karya Taqi al Din dianggap sebagai inovasi terpenting di bad 16 di bidang astronomi, sebab jam-jam sebeluimnya belum cukup akurat jika digunakan di bidang astronomi

6. Bidang lainnya
- Buku ilmu hewan berjudul Al-Masa-bih al-muzhira fi- `ilm al-bazdara:.
- Kamus botani berjudul Tarjuma-n al-atibba' wa-lisan al-alibba':.



Observatorium

Pada tahun 1571, taqi al din menjabat sebagai astronom kerajaan di istana Daulah Usmaniyah, Sultan Salim II. Sepeninggal sultan salim II, Taqi Al din mengusulkan pada sultan Murad III, pemggantinya untuk membangun sebuah observatorium. Usul ini diterima dan pada tahun 1577 dibangunlah sebuah observatorium di Istanbul yang diberi nama Observatory Of al Din.
Bangunan observatorium ini terdiri dari dua buah bangunan di atas sebuah bukit yang dapat memantau Eropa dari Istanbul dan leluasa memandang langit pada malam hari. Di dalam bangunan utama terdapat perpustakaan dan tempat tinggal para staff, sementara di bangunan yang lebih kecil tersimpan koleksi peralatan astronomi buatan Al din. Peralatan-peralatan tersebut antara lain, armilarry sphere raksasa dan jam astronomi untuk mengukur posisi dan kecepatan gerak planet. Dengan peralatan-peralatan ini Al din berharap dapat memperbaharui tabel astronomi zij (..) dengan menggambarkan pergerakan planet, matahari dan bulan. Perlu diketahui bahwa di zaman ini, observatorium taqi al din hanya bisa ditandingi oleh observatorium Kerajaan Denmark yang dibangun oleh Tyco Brahe.
.

Observasi
Taqi Al din membuat “Observational clocknya” untuk membuat zij ( dinamakan unbored pearl) dan katalog astronomi yang lebih akurat dibanding catalog yang dibuat astronom sezamannya, Tyco Brahe dan Nicolas Copernikus . Ia juga adalah astronom pertama yang menggunakan notasi desimal di dalam kegiatan observasinya sementara astronom seangkatannya dan pendahulunya cenderung menggunakan angka pecahan sexagesimal.
Di samping itu, taqi al din juga mempopulerkan metode “Three point observation”nya Al Biruni . Di dalam karya tulisnya , The Nabh Three ia menggambarkan 3 point. Dua point adalah oposisi saat purnama dan poin ke 3 adalah untuk setiap tempat yang dituju (in any decimal points). Ia menggunakan metode tersebut untuk menghitung accentricity ( keanehan) orbit matahari dan pergerakan biasa dari apogee ( titik terjauh bintang) . Ini juga dilakukan oleh Tyco Brahe dan Copernikus walaupun perhitungan Taqi Al Din belum cuku akurat.

Nasib observatorium Taqi al din
Pemerintahan Usmani Turki mengalami perubahan kepemimpinan ketika Sultan Selim II tutup usia. Tahta kesultanan akhirnya diduduki Sultan Murad III. Kepada sultan yang baru, Taqi Al-Din mengajukan permohonan untuk membangun observatorium yang baru. Ia menjanjikan prediksi astrologi yang akurat dengan berdirinya observatorium baru tersebut.

Permohonan itu akhirnya dikabulkan Sultan Murad III. Proyek pembangunan Observatorium Istanbul dimulai pada 1575 M. Dua tahun kemudian, observatorium itu mulai beroperasi. Taqi Al-Din menjabat sebagai direktur Observatorium Istanbul. Dengan kucuran dana dari Kerajaan Ottoman, observatorium itu bersaing dengan observatorium yang ada di Eropa, khususnya Observatorium Astronomi Raja Denmark.

Di observatorium itu, Taqi Al-Din pun memperbarui tabel astronomi yang sudah tua peninggalan Ulugh Beg. Observatorium itu pun mampu menjelaskan tentang pergerakan planet, matahari, bulan, dan bintang. Suatu saat, Taqi Al-Din menyaksikan sebuah komet. Ia pun lalu memperkirakan munculnya komet itu sebagai pertanda kemenangan bagi pasukan tentara Usmani Turki yang tengah bertempur.

Namun, ternyata prediksinya itu meleset. Sultan pun memutuskan untuk menghentikan kucuran dana operasional observatorium. Observatorium itu pun dihentikan pada 1580 M. Sejak saat itulah pemerintah Usmani mengharamkan astrologi. Selain alasan agama, konflik politik juga menjadi salah satu pemicu ditutupnya observatorium itu.

Meski begitu, astronomi bukanlah satu-satunya bidang yang dikembangkan Taqi Al-Din. Ia juga berhasil menemukan berbagai teknologi serta karya dalam disiplin ilmu lainnya. Hingga kini, namanya tetap melegenda dan dikenang sebagai seorang ilmuwan serbabisa yang hebat pada zamannya.


''Ilmuwan terbesar di muka bumi.'' Begitulah Kekhalifahan Usmani Turki di abad ke-16 M menjuluki saintis Muslim serbabisa ini. Pada era itu, tak ada ilmuwan di Eropa yang mampu menandingi kehebatannya. Ia adalah seorang tokoh ilmu pengetahuan fenomenal yang menguasai berbagai disiplin ilmu

Musa Bersaudara, Kisah Tiga Putra Penyamun

Kehidupan sarjana Baghdad
Phillip Hitti mengatakan bahwa Seorang penulis riwayat hidup di kala itu meninggalkan suatu gambaran tentang hidup sehari-hari dari seorang anggota kaum sarjana, hal mana menjadi bukti bagi kita, bahwa ilmu dalam zaman itu mempunyai harga pasaran yang tinggi. Setelah selesai mengadakan pelancongan sehari-hari, sarjana itu dapat dilihat pergi mengunjungi tempat pemandian umum, di mana para pelayan menimba air untuknya. Selesai mandi ia pun mengenakan baju jubah, pergi minum, makan biscuit dan melentangkan diri, sampai kadang-kadang ia ketiduran. Jika istirahat siang itu telah selesai, ia pun membakar wangi-wangian untuk mengharumkan tubuhnya dan memesan makanan, yang biasanya terdiri dari sup, daging ayam yang gemuk dan sepotong roti. Kemudian ia tidur kembali dan sesudah bangun ia minum empat gelas anggur tua serta kadang –kadang memekana buah-buahan di samping itu.

Ketiga putra dari Musa Ibn Shakir al-Munajjim ini adalah sarjana-sarjana di Baghdad pada abad 9. Saat itu Baghdad adalah ibu kota dari Dinasti abbasyah yang memainkan peranan penting dalam kekaisaran muslim selama beberapa abad. Mulai dari yang tertua adalah muhammad yang dikenal sebagai ahli geometri dan asronomi. Ahmad adalah anak yang kedua, menguasai ilmu mekanika, sedangkan yang bungsu bernama al-Hasan, spesialis geometri.
Sang ayah, Musa Ibn Shakir adalah sahabat dekat Khalifah Al Makmun, putra dari Khalifah Harun Al –Rashid. Diceritakan dalam buku Allah sonne ueber dem abendland karangan Sigrid Hunke bahwa walaupun dekat dengan khalifah, pekerjaan Ibn shakir sebenarnya adalah, penyamun!
Ketika ia diketemukan tewas saat menjalani pekerjaannya itu, ia meninggalkan ketiga puteranya yang masih berusia remaja. Berita kematian sahabatnya itu sampai ke telinga Khalifah al Makmun saat ia meninjau Asia Kecil. Segera ia memerintahkan pejabat di Baghdad untuk mengurus anak-anak ibn shakir dan di setiap suratnya ia tidak lupa menanyakan keadaan anak-anak asuhnya itu.
Pengasuhan Musa bersaudara kemudian diserahkan kepada Yahya bin Abi Mansur untuk dididik. Yahya adalah astronom khalifah dan ketua Akademi Ilmu pengetahuan ( Baitul hikmah) yang didirikan khalifah al Mansur. Saat itu, di sana sedang bekerja Al Khwarizmi menerjemahkan Siddhanta, memperbaiki tabel Ptolomeus dan menulis bukunya tentang ilmu hitung yang monumental, Al jabr Wal Muqabalah.
Musa bersaudara memperoleh pendidikan yang cukup di Baghdad. Mereka belajar geometri, mekanika, musik, dan astronomi. Di samping itu, berada di tengah mata air ilmu pengetahuan, di antara ribuan buku, peralatan yang jarang ditemui, dan di antara percakapan dan perdebatan ilmuan dari berbagai bidang, tumbuh dewasalah ketiga remaja yatim piatu yang berbakat itu. Tidak mengherankan jika di kemudian hari , ketiga putra penyamun dari padang pasir dan purta asuh amirul mukminin ini tumbuh menjadi mercusuar ilmu pengetahuan.

Muhammad Bin Musa, sang astronom
(800-873 M)

Muhammad Bin Musa adalah yang paling berpengaruh di antara adik-adiknya. Ia tumbuh menjadi seorang lelaki yang gagah, negarawan yang disegani dan menjadi orang kepercayaan khalifah.
Khalifah al makmun yang terkenal memiliki perhatian yang tinggi terhadap ilmu pengetahuan sebelumnya telah memrintahkan untuk membuatkan para astronomnya sebuah observatorium di tempat tertinggi di Baghdad, tepatnya di dekat pintu masuk syammasiyah, untuk mengamati gerakan planet secara sistematis. Dengan pengamatan dan sejumlah perhitungan eksak, para astronom bersama-sama menyusun kembali tabel astronomi Ptolomeus yang direvisi total dan diberi nama “tabel al Makmun yang telah diverivikasi”.
Dengan tabel astronomi tersebut, saat itu dapat diketahui posisi suatu tempat dengan mengukur sudut tinggi bintang tertentu pada waktu tertentu. Tabel ini dapat pula digunakan oleh kapal-kapal yang berlayar di lautan dalam hal untuk mengetahui posisi sehingga perhitungan logistik dapat diefisienkan. Untuk kapal perang, tabel ini sangat berguna untuk mengetgahui di mana ia harus mewaspadai patroli musuh.
Akhirnya pada suatu ketika, bergabunglah Muhammad dengan para astronom senior untuk sebuah proyek pengukuran bumi. Dengan suatu regu astronom, ia berangkat ke dataran Sindsyar yang terletak di sebelah barat Mosul. Di zaman Yunani kuno, Eratosthenes telah mendapatkan besar keliling bumi untuk pertama kali dengan mengukur sudut sinar matahari.
Kini para astronom al makmun mencoba metode yang lain. Berangkat dari suatu titik, satu regu berjalan ke utara, satu regu lagi berjalan ke selatan, hingga memeka melihat bintang “ keledai muda” yakni sebuah bintang kutub. Dari jarak antara kedua regu pengamat ini, mereka dapat menghitung panjang satu meridian dengan ketelitian yang sangat tinggi.
Bersama dengan Ahmad, Muhammad kemudian melakukan pengamatan dan perhitungan sendiri. Di baghdad mereka juga melakukan observasi terhadap metahari dan bulan. dari sini mereka menghitung panjang tahun dan memperoleh nilai sebesal 365 hari , 6 jam. Selain itu mereka juga melakukan pengamatan terhadap bintang regulus yakni pada tahun 840-841 M, 840-848 M dan pada tahun 850-851 M. Walhasil, penelitian mereka tidak hanya membayang-bayangi pekerjaan Ptolomeus namun juga astronon khalifah yang terkenal, Mawaruzi.
Mereka juga membangun observatorium sendiri yang berada di Bab at taq, dekat jembatan sungai Tigris. Di sini Muhammad menekuni pengamatan dan perhitunganya dengan penuh dedikasi serta mengarang karya-karya astronomi dan filsafat. Dia pun bersemangat membuat berbagai konstruksi mekanik yang merupakan bato loncatan bagi adiknya, Ahmad, saat ia menulis tentang “Timbangan Cepat”.


Ahmad Bin Musa, ahli mekanika
(805-873)

Ahmad adalah seorang insyinyur yang piawai dan penemu jenius dai antara saudara-saudaranya. Sebuah sumber arab mengatakan, “ Pada Ahmad terdapat bakat membuat benda-benda yang baik bagi kakaknya sendiri, Muhammad maupun ilmuan-ilmuan lain sebelumnya seperti Heron, belum tercapai. Ia sibuk dengan berbagai peralatan otomatis yang penuh makna”. Bukunya yang tebal tentang “Konstruksi Penuh makna”.bahkan membuat orang arab yang berbakat teknik pun berdecak kagum.
Ia menggelontorkan inovasinya dengan mengubah komponen-komponen sederhana menjadi peralatan-peralatan baru yang kompleks untuk keperluan praktis baik untuk keperluan rumah tangga, kebutuhan pertanian hingga alat-alat permainan yang hingga hari ini tetap membuat anak-anak tetap gembira.
Ahmad merancang sebuah bejana yang dapat mengeluarkan sejumlah tertentu cairan yang di antara kedua keluaran ads waktu jedah, sebuah bejana untuk mengukur berat jenis suatu cairan , sebuah mekanisme untuk mengisi bejana secara otomatis setelah bejana tersebut kosong ; semacam botol yang sesuai dengan kebutuhan bisa diisi dengan dua macam minuman, dan bisa dituangkan secara terpisah dan bercampur, lampu yang sumbunya bisa keluar sendiri, atau yang minyaknya bisa menetes sendiri sehingga tidak bisa dimatikan oleh angin, sebuah alarm yang dipakai sebagai alat pengairan, yang akan memberi tanda tinngi air tertentu telah tercapai, bermacam-macam air mancur, yang pancurannya selalu menimbulkan bentuk yang berlain-lain.
Di bidang astronomi, Ahmad juga menunjukkan keahliannya. Bersama dengan Muhammad ia membuat sebuah jam dari tembaga dengan ukuran raksasa. Muhammad menghiung variasi terbit dan terbenamnya beberapa bintang terpenting baik dalam sehari maupun setahun. Ia juga menerapkan hitungan yang sangat rumit dari kakaknya pada sebuah alaty yang bekerja dengan sangat genial, yang mengagumkan setiap orang. Dengan takjub, dokter khalifah, ibn Rabban at-Tabari berkomentar :
Di depan observatorium di samara aku melihat alat yang diciptakan Muhammad dan Ahmad Bin Musa, keduanya astronom dan insyinyur. Alat ini berbentuk sebuah bola dan di atasnya semua gambar-gambar bintang. Alat itu digerakkan oleh air. Jika di langit yang sesungguhnya suatu bintang tenggelam, maka pada saat yang sama hilang pulalah gambarnya di alat itu., yakni terbenam di bawah suatu garis lingkaran yang menggambarkan horizon. Jika di langit bintang itu terbit kembali, demikian pula di alat itu, gambarnya muncul kembali di atas garis horizon.
Hasan Bin Musa, ahli geometri
(810-973 M)

Bungsu dari Musa bersaudara ini menurut cerita sumber arab adalah ahli geometri. Dia sangat berbakat dan tak ada tandingannya. Ingatannya sangat kuat dan ia memiliki kemampuan abstraksi yang luar biasa membuat ia mampu menjawab berbagai soal, yang tak seorang pun sebelumnya yang bisa memecahkannya. Kadang-kadang ia begitu tenggelam dalam berpikir sehingga dalam suatu konferensi dia bisa tak mendengar sedikit pun.
Sementara itu jika ia sedang sibuk dengan suatu soal , seperti yang ia ceritakan sendiri, “Aku melihat dunia di depan mataku tiba-tiba menjadi gelap dan aku merasa seperti dalam mimpi”.

Sumbangsih Musa Bersaudara

Namun bukan karena dari risetnya Banu Musa menjadi terkenal, melainkan juga dari jasa-jasa mereka terhadap ilmu pengetahuan . Mereka masih relatif muda ketika muncul sebagai sponsor dunia ilmu. Dengan biaya sendiri mereka mengirim utusan ke kekaisaran Byzantium untuk mencari tulisan-tuisan tentang filsafat, astronomi, matematika dan kedokteran. Dengan biaya tinggi, mereka membeli karya-karya Yunani dan menyimpannya di Bab at-Taq di Bagdad. Di sana dan di areal yang didapat sebagai hadiah dari Al-Mutawakkil di Samarra. Mereka mempekerjakan satu tim penerjemah yang berasal dari berbagai negeri di antaranya dengan ikut membiayai kegiatan penerjemahan Thabit Ibn Qurra ( -901) . Khaifah Al makmun sendiri telah memerintahkan untuk mengumpulkan buku-buku kuno dan mendirikan sekolah penerjemah.
Selama masa pemerintahan Al Makmun dari tahun 813 sampai 833, ketiga bersaudara ini meraih kesuksesan karir di bidang sains dan permesinan. Setelah Al Makmun wafat, mereka bekerja di bawah perlindungan Al Mu’tasim ( 833-842). Al- Wathiq (842-847) dan al-Mutawakkil (847-861). Muhammad dan Ahmad pernah bergabung dengan proyek Al-Mutawakkil untuk membangun kanal Al-Ja’fariyyah, sebuah kota baru yang dibangun dekat Bagdad.
Musa bersaudara berada di jajaran pertama matematikawan muslim dengan tugas berat yakni bagaimana membawa matematika ke dalam peradaban islam pada paruh pertama abad 9. Karya mereka yang terkenal adalah Kitab Ma’rifat masahat al-ashkal al-basita Wa’l –kuriya ( The Book of Measurement Of Plane and Spherical atau Buku tentang cara menghitung permukaan datar dan bola). Buku ini merupakan sumbangdih penting di budang matematika. Karya ini mulai dikenal luas setelah Gerard of Cremone menerjemahkannya ke dalam bahas a latin dengan judul Liber Trium fratum de Geometria.

Tiga bersaudara ini juga terkenal dengan karya-karya mereka di bidang mekanik. Kitab Al hiyal ( The Book of ingenieus Device) yang merupakan karya bersama mereka merupakan karya terkenal di bidang keteknikan. Kendatipujn karya ini merupakan karya bersama namun nampaknya yang paling banyak memberikan sumbangsih pemikirannya di sini adalah adalah Ahmad Bin Musa yang memang ahli mekanika tulen.
Kitab Al Hiyal berbentuk katalog mesin berupa ilustrasi dan cara kerja berbagai peralatan mekanis termasuk automata. Ada sekitar 100 buah pelalatan digambarkan dalam buku ini. Tujuh puluh tiga di antaranya berhubungan dengan trick vessel (..) sedangkan 15 lainnya membahas sistem kontrol otomatis, 7 buah tentang water jet, 3 buah tentang lampu minya dan satu tentang banal ? dan yang lainnya adalah sistemmekanisme pengangkatan (lifting). Mereka melengkapi penjelasan mereka dengan petunjuk penggunaanya.
Walaupun karya ini didasarkan pada karya Heron di Alexandria dan Philon dari Byzantium serta beberapa teks kuno, namun buku ini adalah buku yang pertama membahas tentang berbagai elemen mesin di antaranya, valve, float valve, feedback controller, automatic flute player, a programabble machine, trick device, dan self trimming lamp sekaligus buku yang pertama menyajika gambar teknik yang dilengkapin dengan logic dan coomand systemnya . Aplikasi yang diterapkan pada umumnya berdasarkan prinsip tekanan hidrostatik dan aerostatik.
Sejarahwan barat kemudian tertarik menerjemahkan Kitab al Hiyal. Eilhard Wiedermann dan Franz Hauser menerjemahkannya ke dalam Bahasa Jerman sementara penerjemahan ke dalam Bahasa Inggris dilakukan oleh Donald R. Hill, sementara teks aslinya dalam Bahasa Arab diedit oleh Ahmad Y. al-Hassan.

Rekonstruksi Ulang Mesin-mesin Musa Bersaudara

Untuk belajar motif ini secara terpisah, seseorang harus menentukan prinsip-prinsi fisika pada setiap motif yang mendasarinya. Dengan menggunakan pendekatan persamaan dinamik, model matematika dapat diperoleh, demikian pula dengan prinsip-prinsip fisika, spesific simpilifications dan asumsi mungkin. [Dengan] begitu keseluruhan model sistem dapat diperoleh dengan kombinasi model-model yang terpisah tersebut.
Model matematika dinyatakan oleh diagram blok sesuai dengan istilah sistem engineering.Di dalam blok diagram fungsi linearized atau yang linier dinyatakan melaluifungsi transfer. Di (dalam) sistem engineering, fungsi perpindahan suatu sistem linier digambarkan dengan rasio transformasi laplace antara variabel output terhadap variabel input. Perbandingan ini dibentuk jika semua syarat awal diambil dari nol. Konsep fungsi perpindahan adalah setara dengan respon impulse tansformasi laplace dari sistem ini.
Unsur-unsur yang tidak linear, atau unsur-unsur yang mempengaruhi sistem tersebut dengan karakteristiknya yang tidak linear, modelnya akan nampak melalui bok-blok yang tidak linear. Nonlinear ini Blok adalah membanjiri/tenggelam double-framed model [itu]. Di (dalam) ini menghalangi input-output hubungan [itu] diseret masuk cartesian mengkoordinir, variabel masukan menerima apsis dan variabel keluaran pada [atas] ordinat.

Terkecuali blok tidak linier dan yang linier, logika dan memori unsur-unsur adalah juga digunakan di (dalam) sistem unsur-unsur models.logic diberi melalui/sampai lambang konvensional. untuk/karena klep dan menyadap, lambang suatu tombol digunakan. Lambang khusus adalah juga diperoleh seperti di model motif turbin. Di (dalam) mengevaluasi kekayaan berbeda [itu] adalah posibble untuk memberi model [yang] berbeda [dari;ttg] sistem ditentukan. Karena perwujudan, model [yang] yang paling pantas di/terpilih dan [itu] dijaga [yang] tanpa perubahan sepanjang;seluruh pekerjaan sejauh mungkin, walaupun berbagai kesulitan muncul terutama di (dalam) menurunkan model katub setimbang dengan dua mereka atau tiga posisi.

air mancur dari yang mana air menyembur ke luar di (dalam) bentuk suatu bunga bakung, atau di (dalam) bentuk suatu perisai

Sebagai suatu contoh, kami hadirkan sesudah ini uraian outhor model 88- Suatu menguraikan suatu air mancur dari yang mana air menyembur ke luar di (dalam) bentuk suatu bunga bakung atau di (dalam) thr bentuk suatu shoeld( atau tombak).
air mengalir dari tangki/tank d kepada badan air mancur melalui/sampai pipa [itu] d-b. Badan dalam wujud suatu tunas dibagi di (dalam) dua bagian oleh sekat [itu] z-e. jika air [perlu] memancar di (dalam) bentuk suatu bunga bakung( figur 88-b), suatu corong dibalikkan memperbaharui sekat [itu] z-e. Koneksi antar[a] bagian atas dan menurunkan bagian dicapai oleh lima pipa h yang adalah [yang] sedikit ditundukkan dan dihubungkan dengan tongkat corong [itu]. Air yang memasuki dari b ke dalam bagian yang lebih rendah [berhasil/ melewati] pipa [itu] h kepada bagian yang bagian atas [itu]. Di bawah memaksa air [itu] di (dalam) bagian yang bagian atas membuang tangen pertama berputar kepada corong dan kemudian kepada akhir yang bagian atas k tunas [itu]. Pada waktu yang sama, yang air meninggalkan bagian yang lebih rendah ke dalam corong menyemburkan di luar suatu akhir corong dan falla kembali di (dalam) air mancur dalam rupa tetesan. yang air membuang sebagai daun putaran tipis/encer dari akhir k dan yang air menyemburkan ke luar seperti suatu dawai dari akhir [adalah] suatu air mancur membentuk bersama-sama suatu bunga bakung rapi.

Jika yang air membuang dari pipa h berkait dengan corong [itu] ditekan bawah oleh suatu tutup [adalah] suatu pada bagian akhir k tunas( figur 88-c), air menyemburkan ke luar sebagai tipis/encer berputar selaput dan nampak seperti suatu perisai.

Pada akhirnya jika air disembur ke luar di bawah tekanan penuh hanya dari akhir a, [itu] mempertinggi sebentar di (dalam) ketebalan dari suatu lengan tangan dan mundur di (dalam) tetesan yang muncul seperti suatu taji.
untuk/karena suatu time,ancient [yang] tertentu dan mekanika pertengahan telah ditangani dengan perkakas [dari;ttg] ilmu pengetahuan modern dan rancang-bangun. [dengan] begitu mesin telah direkonstruksi dan digambar/ditarik kembali, kadang-kadang dengan komputer membantu simulasi [dari;ttg] fungsi mereka. Ini tanya jawab masa lalu dengan perkakas teknologi modem mencapai sekarang mekanika islamic. beberapa [yang] penting constributions petugas mekanik orang Islam telah direkonstruksi dan berfungsi mereka diterangkan di (dalam) suatu [jalan/cara] modern. Itu ada di konteks ini melangkah ke arah pemahaman banu musas mesin pengetahuan ilmiah yang modern dan thr perkakas [dari;ttg] bahasa [yang] simbolis pada masa kini matematika.
Bekerja berhadapan dengan tecnical dan pokok mekanis adalah sedikit ilmu pengetahuan islamic. Buku [yang] baru ini menyoroti salah satu [dari] kontribusi orang Islam yang terkemuka pasat dalam bidang ilmu pengetahuan mekanis. Di (dalam) ini bekerja, outhor menginterpretasikan dan meneliti kitab al-hiyal dari segi pandangan [dari;ttg] sistem modern dan kendali engineering.The buku meliputi uraian dan penjelasan [yang] modern berbagai mesin, mencakup cangkir;piala sihir, mekanisme kendali otomat, lampu minyak, fountains,etc. di (dalam) berhadapan dengan mesin ini dengan cara ini, buku mencerminkan suatu metodologi dan pendekatan baru di (dalam) sejarah ilmu pengetahuan, penghubung yang masa lampau ilmu pengetahuan islamic pertengahan dengan perkakas dan pendekatan ilmiah modern.
Dengan pendekatan yang baru, buku menghadirkan suatu usaha sangat baik untuk menghidupkan kembali minat kita untuk mempelajari teknologi islam baik untuk sejarawan profesional, para insinyur dan orang dan siapa saja yang tertarik untuk mempelajari hasil-hasil yang telah dicapai peradaban islam

AL JAZARI DAN KARYANYA

Ketika Dinasti Ortuq berkuasa, yakni salah satu dinasti yang menonjol setelah kemundurran Turki Seljuk, karya-karya teknik bermunculan. Sultan Malik Us-Shalih Nasruddin Abu al-fath mahmud Bin Kara arslan Bin dawud bin sukman bin artuq (1200-1222 M) yang memerintah di Diyarbakir mempekerjakan seorang ahli teknik bernama Badi` al-zaman Ebu`-Izz Ibn ismail Ibn al-Razzas al-jazari .

AL Jazari menulis Kitab al-jami’ bayn al-ilm Wa’l-amal al-nafi fi sinaat al hiyal pada tahun 1206 ,yang berisi sekitar 50 peralatanm mekanik, beberapa mesin otomatis, termasuk jam air, alat pencuci tangan, mesin pompa , jam air, water level dan instrumen musik lengkap dengan gambar-gambarnya. Karya ini membeberkan secara detail hal yang berhubungan dengan mekanika, dan merupakan konstribusi yang sangat berharga dalam sejarah teknik.
Al-jazari bekerja selama 32 tahun di istana Artuq sebagai head engineer ( Reis’ul- amal) yakni antara tahun 570 H ( 1174 M) sampai tahun 602 H ( 1206 M). Ia mengatakan bahwa ia telah mempelajari buku-buku temuan ilmuan-ilmuan sebelumnya, namun ia kemudian merancang sendiri kreasinya sendiri tanpa terpengaruh oleh mereka. Di dalam bukunya , ia menulis, “ Buku ini berisi beberapa bagian yang dapat dipilah-pilah, bebepara metode yang telah diklasifikasikan berikut sketsa-sketsanya. Saya tidak percaya kalau ada temuan seperti ini sebelumnya”.
Menurut ahli sejarah, Al Jazari menyelesaikan buku ini pada tahun 1206. Kitab Al Jami yang berisi panduan teknis untuk pembuatan sekitar 50 macam mesin mekanik ini terdiri dari 6 bab . Buku ini dihadiahkan kepada sultan. Di dalam buku ini Al jazari menguraikan secara rinci pembuatan jam air, jam air dengan lampu minyak, konstruksi pot dan panci untuk membuat anggur, ewers ( guci tempat air) dan mangkok yang juga berfungsi sebagai cangkir, kolam dan air mancurnya yang dilengkapi dengan musik automata, serta sketsa alat pengangkut air dari sungai dangkal atau sungai yang mengalir.
Ilmuan ini diperkitrakan lahir pada tahun 1145 M di lembah antara Sungai eufrat dan Tigris sehingga digelari Al Jazari. Ayahnya yang juga menjabat sebagai insyinyur pada donasti Artug membuat Al Jazari tidak asing lagi dengan dunia keteknikan.

KINCIR AIR AL- JAZARI

Jika menilik sejarah, pasokan air minum untuk keperluan rumah tangga, irigasi dan keperluan industri merupakan hal vital di negara-negara muslim. Yang menjadi kendala saat itu adalah belum diketemukannya alat yang efektif memompa air dari sumbernya.
Pada zaman Mesir kuno dan Assyria, telah dikenal alat pengangkut air bernama shaduf dan saqiya . shaduf adalah alat yang terdiri dari balok panjang yang ditopang di antara dua pilar dengan balok kayu horizontal. Sedangkan saqiya adalah mesin bertenaga hewan . Mekanisme sentralnya terdiri dari dua roda gigi. Tenaga hewan yang biasa digunakan adalah keledai atau unta. Peralatan serupa ini juga dikenal oleh orang-orang Romawi.
Al jazari melakukan modifikasi terhadap shaduf dan saqiya yang telah menggunakan gear ( roda gigi). Ia mengganti tenaga hewan yang digunakan pada alat ini dengan tenaga air, dengan demikian kuantitas dan kontinuitas air lebih terjamin. mesin ini dipakai di Sungai Yazid, Damaskus, Suriah, rumah sakit dan ke rumah-rumah.
Ia juga merancang sebuah mesin yang melibatkan kerja roda gigi dan sebuah engkol dan dikenal sebagi mesin pertama yang menggunakan engkol, sementara di Eropa capaian ini baru dikenal pada abad 15. Ada pula hasil inovasinya berupa pompa air yang menghubungkan mekanisme pergerakan roda air, silinder piston dan pipa penyedot. Pompa ini merupakan bentuk awal dari double acting principle yang kemudiaan dikembangkan oleh taqi al-din pada abad 16. Tidak heran jika para ilmuan barat di antaranya, Prof. lynn white.jr mengatakan bahwa temuan Al jazari 300 tahun mendahului mesin mekanik Fransisco Giorgio Martio ( 1501 M).

Jam Air
Al jazari juga merancang beberapa bentuk jam air dengan bentuk-bentuk yang unik di antaranya, jam air kastil dan jam gajah. Jam airnya bekerja melakukan pencacahan waktu hanya melalui mekanisme pengaturan track dan debit air sehingga Donald Hill (1974) mengatakan ,” Mustahil melupakan karya-karya Al Jazari yang begitu penting karena beliau begitu detail memaparkan instruksi mulai dari mendesain, merakit dan mencipta”.
Ketertarikan Hill ini mendorong ia menerjemahkan kitab al- jami’ pada tahun 1974 , enam abad lebih setelah Al jazari menyelesaikan karyanya. Pada acara World of Islam festival yang diselenggarakan di inggris pada tahun 1976, Science museum memamerkan hsil rekonstruksi karya monumental al jazari yakni jam air yang mengundang decak kagum para pengunjung.


Peralatan Lain
Tiadak sampai di situ, insyinyui kreatif ini juga membuat peralatan-peralatan untuk kebutuhan di dalam rumah seperti alat pengukur darah, alat cuci tangan , perahu mekanik, dan boneka-boneka yang dapat bernyanyi saat menyambut tamu.

Pitchers (Kendi)

Kendi adalah hasil desain Al-Jazari yang pertama dimana alat ini bekerja dengan menggunakan prinsip udara dan ruang hampa. Ia merancang berbagai jenis kendi, antara lain:

Teknologi Pertanian di Era Keemasan

Setelah berhasil menancapkan kekuasaan di tiga benua Asia, Afrika dan Eropa pada abad ke-8 M, peradaban Islam mampu melakukan sebuah revolusi yang sangat hebat. Perubahan yang dilakukan peradaban Islam itu dikenal sebagai ‘’Re volusi Hijau’‘ atau ‘’Revolusi Pertanian’‘. Saat itu, umat Islam berhasil melakukan transformasi fundamental di sektor pertanian. Revolusi yang dimulai dari bagian paling timur dunia Islam itu meluas ke seluruh wilayah kekuasaan Islam. Pada abad ke-11 M, ‘’Revolusi Hijau’‘ mampu memberi dampak positif bagi seluruh aspel kehidupan. Revolusi ini berdampak besar pada produksi pertanian, kependudukan, pertumbuhan kota, distribusi tenaga kerja, industri, pakaian, makanan, masakan dan yang lainnya.

‘’Salah satu aspek penting dari revolusi ini adalah pengenalan dan penyebaran berbagai jenis tanaman baru ke dunia Islam,’‘ papar Ahmad Y Al-Hassan dan Donald R Hill dalam bukunya bertajuk Islamic Technology: An Illustrated History. Sejak itu, dunia Islam mengenal tanaman seperti, padi, sorghum (se jenis gandum), gandum keras, tebu, kapas, semangka, terong serta aneka jenis tanaman serta beragam jenis bunga. Dampak ‘’Revolusi Hijau’‘ memang sungguh luar biasa. Dalam empat abad pertama kekuasaan Islam, dunia benarbenar telah berubah. Pembangunan sektor pertanian di dunia Islam pun berkembang sangat cepat. Ditopang kekuatan di sektor pertanian inilah, kekuasaan kekhalifahan Islam pada masa itu berkembang semakin luas. Peradaban Islam pun menjadi adikuasa dunia, saat itu.

Berkembangnya sektor pertanian di era keemasan Islam telah mendorong munculnya teknologi aneka peralatan untuk bercocok tanam. Para insinyur Muslim di masa itu berhasil menciptakan dan memperkenalkan alat-alat pertanian seperti; bajak, garpu dan garu, alat menggali tanah dan menaman benih, alat untuk menuai, alat untuk pengirikan serta alat untuk penampian.

Bajak
Penggunaan bajak sebagai alat pertanian di dunia Islam diungkapkan Sejarawan Al-Maqrizi. Menurut dia, bajak digunakan sebagai alat untuk menggemburkan tanah sebelum melakukan penanaman dan penaburan benih. Sejarawan Al-Marqasi, seperti ditulis Al-Hassan dan Hill, bajar digunakan para petani sebelum menanam tebu. Petani Mesir membajak tanah sebanyak enam kali, sebelum menanam tebu.

Bajak merupakan alat pertanian yang muncul dalam perdaban Islam dan hingga kini masih tetap digunakan. Pada era Islam, bajak dibuat dari besi, dan berbentuk gigi-gigi, seperti sikat. Para petani Islam menggunakan bantuan hewan peliharaan seperti kerbau dan lembu untuk menarik bajak. Insinyur pertanian Muslim telah mampu membedakan teknik membajak tanah di berbagai jenis lahan. Pada masa itu, insinyur pertanian telah menulis kitab-kitab pedoman pertanian, seperti, Kitab Al-Filaha Al-Nabatiya karya Ibnu Wahsyiyya. Pada dasarnya negaranegara Islam memiliki lahan yang tidak memerlukan bajak yang berat. Seiring waktu dan meningkatnya ilmu pengetahuan, para insiyur Muslim pun terus berupaya membuat rancangan bentuk bajak. Peradaban Islam sudah mampu menciptakan bajak cakram yang sesuai dengan jenis tanah, sehingga tidak akan terlalu dalam memotong alur. Hingga kini, teknologi pertanian yang satu ini masih tetap digunakan para petani di berbagai belahan dunia..

Garpu dan Garu
Alat pertanian lainnya yang dikembangkan para insinyur Muslim di era keemasan adalahgapru dan garu. Garpu merupakan salah satu alat yang juga digerakkan oleh binatang yang berfungsi untuk memecahkan bongkahan tanah yang menutupi benih. Alat ini digunakan setelah proses pembajakan tanah. Menurut Al-Hassan dan Hill, para petani Muslim memiliki berbagai macam rancangan, seperti Al-Mijarr dan Al- Mislafah. Keduanya berupa berupa balok yang dengan gigi-gigi untuk menggaru lahan. Al-Mijarr mempunyai dua lubang di ujung-ujungnya serta dua pasang tali pengikat.

Sedangkan Al-Maliq terbuat dari papan kayu yang dibuat melebar dan ditarik oleh seekor lembu. Al-Maliq digunakan untuk meratakan alur yang dibuat oleh mata bajak untuk menanam benih. Kedua jenis garpu itu masih digunakan di beberapa negara Islam di belahan dunia dan ini merupakan bukti begitu luasnya kontribusi teknologi pertanian zaman keemasan. Selain itu ada pula alat bernama Garu. Alat ini merupakan alat tangan yang terbuat dari kayu. Alat ini digunakan un tuk menyisir tanah dan menutupi benih. Salah satu jenis Garu pada masa itu bernama Al-musyt. Alat ini berupa batang menyilang dengan gigi-gigi dan sebuah ‘kayu pegangan’ di bagian tengahnya, ungkap Al-Hassan dan Hill.

Sekop dan Cangkul
Para petani Islam pun berhasil menciptakan alat untuk menggali tanah seperti sekop atau Al-Misyat. Alat ini digunakan untuk menggali lahan yang tidak memerlukan bajak, seperti lahan perkebunan sayur dan buah-buahan. Saat itu juga sudah dikenal sekop jenis lain bernama Al-Mijnah atau Al- Mijrafah yang digunakan untuk mengangkat tanah hasil penggalian. Petani zaman itu juga telah menggunakan cangkul untuk menggali tanah. Salah satu jenisnya bernama Al-Miza’ah.

Sabit
Para petani Islam juga berhasil mengembangkan alat untuk memanen, berupa sabit atau bilah. Alat ini memiliki berbagai jenis, ada yang bergigi dan ada yang tidak. Bahkan ada yang bengkok pada ujung pegangannya dan ada yang melengkung ke depan sepanjang arah sikatan.

Pengirikan dan Penampian
Setelah memanen, proses selanjutnya yang dilakukan para petani adalah pengirikan. Proses ini dilakukan di pinggir desa. Di tempat itu sudah terdapat butiran gandum yang disusun bertumpuk melingkar di ladang. Menurut Al-Hassan dan Hill, terdapat tiga cara untuk mengirik. Salah satunya memanfaatkan hewan peliharaan seperti lembu untuk menggilas tumpukan gandum tersebut. Proses terakhir adalah penampian yang berfungsi untuk memisahkan dedak dengan butiran gandum. Kebanyakan teknologi pertanian itu hingga kini masih tetap digunakan. Sebuah sumbangan yang penting dari peradaban Islam untuk masyarakat dunia.


PEDOMAN BERTANI WARISAN ISLAM


Seiring bergulirnya ‘’Revolusi Hijau’‘, aktivitas pertanian berkembang begitu pesat di era keemasan Islam. Hal itu mendorong perhatian dan minat dari para ilmuwan Muslim untuk mengembangkan sektor pertanian sebagai penopang utama perekonomian kekhilafahan Islam. Apalagi, saat itu pembangunan di sektor pertanian mendapat perhatian dan dukungan dari para penguasa Islam.

Perekonomian di dunia Islam makin menguat didukung berkjembangnya sektor pertanian. Inilah yang membuat pertanian menjadi bagian penting dari kekuasaan dan kejayaan Islam di masa keemasan. Guna memperkuat dan terus mengembangkan sektor pertanian, para ilmuwan pun mengembangkan berbagai dasar-dasar ilmu pertanian (‘ilm alfilaha). Salah satu buku pertanian yang penting dan muncul di era keemasan Islam adalah Kitab Al-Filaha Al- Nabatiyyakarya Ibn Wahsyiyya. Kitab itu ditulis sang insinyur pertanian Muslim pada tahun 904 M di Irak.

Ibnu Wahsiyya menulis buku modul petunjuk bertani itu didorong oleh kecintaaannya terhadap pertanian. Ia sangat konsen untuk melestarikan tradisi agrikultur orang-orang Nabatiya di Mesopotamia. D Fairchild Ruggles dalam bukunya bertajuk Islamic Gardes and Landscapesmenjelaskan, Kitab Al- Filaha Al-Nabatiyyaberisi tentang petunjuk pertanian. Di dalamnya dijelaskan secara rinci dan jelas mengenai tata cara bertani, irigasi teknik, tumbuhan, fertilisasi, kultivasi, dan lainnya tentang pertanian.

Tak hanya itu, buku ini juga merupakan acuan bagi masyarakat Muslim untuk bertani yang baik. Buku ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab oleh Abu Bakar Ahmad. Buku ini juga dialihbahasakan serta diterbitkan Fuat Sezgin, salah seorang ilmuwan dari Universitas di Jerman. Buku terkemuka lainnya tentang ilmu pertanian telah diterbitkan ilmuwan Muslim di Spanyol pada abad ke-11 M dan ke-12 M. Buku-buku tersebut di antaranya karya Ibnu al-Hassal dan Ibnu al-Awwam. Beberapa buku-buku iitu telah diterjemahkan ke dalam bahasa Spanyol dan bahasa Latin. Buah pemikiran sarjana Muslim itu telah menjadi inspirasi bagi para sarjana pertanian di Barat.

Mereka mengembangkan pertanian di Barat dengan panduan yang ditulis para sarjana Muslim. Selama abad ke-11 M para ahli agronomi Muslim di Spanyol melakukan sebagian riset dan eksperimen di Taman Botani di Seville dan Toledo. Kebun yang digunakan untuk eksperimen ini meruipakan kebun pertama dari kebun-kebun sejenis. Kemudian ditiru oleh Barat pada abad ke-16 di kota Italia Utara. dok/rep/Januari 2009/c63/Desy Susilawati

Kincir Angin di Negeri Muslim

Pada masa pemerintahan Khalifah Umar, kincir angin telah dimanfaatkan sebagai salah satu sumber energi di negeri-negeri islam. Diceritakan bahwa pada suatu hari seseorang yang mengaku berasal dari Negeri Parsi datang menghadap Sang Khalifah dan menawarkan diri untuk membangun kincir angin untuk kebutuhan pertanian. Tawaran ini diterima dan dibangunlah kincir angin di berbagai tempat. Kincir angin tersebut dipergunakan untuk menggerakkan penggiling gandum dan menaikkan air untuk irigasi pertanian.
Konstruksinya adalah sebagai berikut. Batu penggiling dihubungkan dengan ujung silinder yang terbuat dari kayu, lebarnya setengah meter dan tingginya 3,5 sampai 4 meter. Berdiri vertical di dalam sebuah menara yang terbuka sehingga dapat menerima hembusan udara dari arah utara timur laut. Silinder tersebut memiliki layar yang terdiri dari bundelan daun palm ( yang mengingatkan kita pada kincir angin di Eropa), dihubungkan dengan shaft ke poros. Jika angin berhembus kea rah menara, sejumlah besar tekanan udara akan diterima oleh sail, dan memutar poros penggiling.
Kincir angin dibangun pada sebuah tempat yang tinggi sehingga dapat menerima hembusan angin dengan jumlah yang besar, misalnya di atas menara, kastil atau puncak bukit. Kincir angin awal yang digunakan untuk menggiling jagung memikili dua bangunan storey. Di bagian atas dipasang penggilingnya, dan di bagian bawah, berputar sebuah roda gigi .Roda gigi tersebut digerakkan oleh putaran enam sampai dua belas buah baling-baling kayu yang dilapisi kain.
Dinding lower chamber-nya diberi empat buah celah yang Nampak seperti lubang-lubang pada benteng pertahanan sehingga angin yang datang dapat segera diarahkan untuk memutar kincir lebih cepat.
Di Eropa, teks tertua tentang kincir angin terdapat di Perancis pada tahun 1105, yang konon dibangun oleh kaum agamawan. Mereka menyebutnya ” Molendinam ad ventum” ( latin). Orang Perancis sendiri menyebutnya Moulin a vent , sedangkan orang Inggris menamakan windmill.

Para Panglima Turki

Sementara itu karya lain yang membahas tentang teknologi militer pada masa Topkapi (…) adalah karya yang berpengaruh pada ayat 14. Karya pertama adalah kitab aniq fi’l –manajniq yang ditulis oleh Ibn Aranbugha Al-Zardkash pada tahu 775 H. Beliau adalah komandan dari Dinasti Ayyubiyah, Mingili Boga al-Shimmin. Kitan kedua adalah Kitab al-hiyal fi’l – hurub we fath almada’in hifz al-durub yang membahas tentang roket, bom dan panah api. Buku ini ditul;ios oleh panglima Turki. Alaadin Tayboga al-Omari al-saki al Meliki al-Nasir.
Terdapat pula tulisan berjudul ummul gaza karya Ali Aga . Pada masa khalifah kedua dari kelas bombardier pada masa rezin Sultan Ahmed III ( 1703-1730 M). Roket yang bernama Tulumbas temuannya itu konon dipakai pada pengepungan-pengepungan abad 17-an. Panjangnya mencapai 11-12 arsin ( 7-8 meter) sedangkan diameternya lebih dari dekapan. Temuan ini merupakan sumbangan Ali Aga untuk memodernisasi alat perang Turki dan karya ini nampaknya merupakan karya terkhir ilmuan muslim Turki di bidang kemuliteran
Leonardo Da vinci sering disebut sebagai penemu pertama kotak gelap ( dark box) atau versi primitif dari kamera kasar, pompa air, flywheel, dan flying machine, namun banyak juga yang tahu bahwa sebenarnya karya-karya Da Vinci adalah pengembangan inspirasi dari ilmuan-ilmuan muslim antara lain, Al Hazen. Perlu pula kiat tahu bahwa salinan tangan mengenai karya keteknikan yang ditulis oleh Ahmed Bin Musa masih tersimpan di perpustakaan Vatican.

Sebuah meriam besar yang terbuat dari kuningan masih tersimpan di Museum Fort Nelson. Meriam ini terdiri dari dua bagian, bagian chase dan breech yang dihubungkan dengan sekrup. Dikabarkan bahwa Dinasti Utsmaniyah memasang komponen-komponen tersebut pada meriam mereka pada bad 15 dan 16 untuk mempermudah pergerakannya. Meriam yang serupa belum pernah ditemukan di eropa sebelumnya. Meriam ini telah beberapa kali m menghancurkan kapal musuh yang hendak menyerbu wilayah laut kekuasaan dinasti utsmaniyah.
Meriam Muhammad II
Sultan Muhammad II yang sangat gandrung dengan senjata api memerintahkan pembangunan meriam ini pada tahun 1464. Dimulai Pada saat hendak mengepung Konstantinopel, ia memerintahkan para pembuat meiam seperti Saruca Usta dan Muslihiddin Usta serta seorang ahli meriam non muslim bernama Urban untuk membangun meriam besari. Urban dengan senang hati memenuhi permintaan Sang sultan karena di Bizantium sendiri ia diupah murah. . The split cannon can be assembled in-situ after transportation in separate parts
Berat meriam inio 18 ton dan panjang keseluruhan 5, 23 meter serta diameter 0, 63 meter. The length of the barrel is 3.15m dengan diameter tabung mesiu mencapai 0, 28 meter